• Puisi Patah Hati
  • cintamu hanya seperti embun pagi

    Mekar mawar yg kau tanam di hatiku, tercium wangi semerbak. Lambangkan segalah sayang dan cintamu, namun mengapa hanya sesa’at, cintamu hanya seperti embun pagi yang mudah hilang di serap matahari,, bukankah engkau sudah berjanji akan sehidup semati denganku, kenapa engkau masih menyebut dan menawarkn aku cinta yang lain.. cuman inikah ketulusan cintamu, .kalu kamu memang […]

  • Puisi Patah Hati
  • jeritan hatiku

    dalam diam aku selalu memandang dalam hening dalam sendiri akau terpaku menatap ruang kosong ruang sepetak aku yang tak perna lelah mengejar suatu impian untuk suatu cita cita namun semua itu hanya impian namun aku tetap bertahan seperti awan melingkari dunia dalam dunia nyata sepi ,sedih selalu berselimut ,namun aku berbahagia banyak sahabat dalam dunia […]

  • Puisi Patah Hati
  • Penyesalan

    andai waktu bisa diputar kembali  aku tidak akan sia sia kan kamu. aku akan menjagamu sesuai dengan janjiku padamu aku akan mengisi hari hari mu dengan kebahagiaan  aku tidak akan mengecewakan kamu lagi  dan aku tidak akan menyakitimu dan aku menyadari kasih sayang mu dulu,kepedulianmu sangat lah berarti buat diriku. maafin aku yang telah membuat […]

  • Puisi Cinta
  • Keyakinanku

    Tulus & suciny cintaku Terpandang sebelah mata olehmu Rindu yang membara di hatiku Kau padamkan dengan keangkuhanmu Aku jemu menunggu Tapi ku tak mampu melupakanmu Aku lelah menanti Tapi cinta tak lagi terganti Begitu sempurna perangkapmu Hingga ku mati di depanmu Kau hiasi fikiran ini Dengan ilusi & sejuta mimpi Hingga aku tak sadar diri […]

  • Puisi Kontemporer
  • Antara Kau dan Bintang

    Menggapaimu layaknya menggapai bintang Melihatmu layaknya melihat bintang Pancaran wajahmu sinari hatiku layaknya pancaran bintang yang menyinari malam Senyummu layaknya kelap kelip bintang Namun Apa dayaku Mungkin benar Aku adalah pungguk Tak perlu ku menggapaimu Karena hanya dengan melihatmu, melihat senyummu, wajahmu telah buatku bahagia Seperti bintang Tak perlu ku menggapai bintang Karena hanya dengan […]

  • Puisi Patah Hati
  • Semua Terkikis

    satu hari itu,, buat kami ini,, yang terpinggirkan,, dan yang tak dianggap,, bila semua nya akan pergi,, burung gereja pun terbang dan senja melambaikan tangannya,, itu tanda semua nya sudah gila,, ya bikin aku gila,, kenapa harus seperti ini,, apa salahku,, tegur saja tak apa,, hingga aku dapat merenung dan meratap,, meski aku sukar menerima,, […]

  • Puisi Patah Hati
  • Hatiku Patah

    Derai air mata ku tak henti mengucur perih nya, sayatan pisau cinta mu membuat tangis dan pedih membaur Oh Cinta, Inikah wujud mu menjelma dalam layar ku bentang Terhantam badai kedukaan Terhempas pada dasar laut kesengsaraan Arah ku hilang, kekokohan ku musnah raungan ku tiada lagi Terdengar terendap bersama lara di jiwa Hadir ku sendiri, […]

  • Puisi Cinta
  • Coretan

    Sulit lidah ini untuk berucap sepatah kata Karna dirimu tlah menjahit rasa yg tak perna asa Aku tahu diriku bukanlah raja di atas tahta Tp cinta tak pernah ada dalam pandangan mahkota Cinta . . . Kau tak sadari aku yg tertunduk rapi menunggu datangnya waktu hatimu terbuka Biarlah jika dirimu tak mau membuka aku […]

  • Puisi Patah Hati
  • 18 hari Cintaku

    18 hari cintaku Aku akan berada disini 18 hari cintaku Kau takkan peduli 18 hari cintaku Ya,hanya tinggal 18 hari aku disini Terkapar sayang aku sendiri tiada penopang terbuang sayang aku tersisih oleh mereka lihat aku sayang aku yang tak pernah kau kenali bahkan untuk menolehpun engkau tak sudi aku mencoba merangkak menembus ilusi hapuskan […]

  • Puisi Patah Hati
  • Lembar Kenangan

    Kamu masih berada di sudut hatiku, masih ada cukup ruangan yang indah untukmu. Mungkin aku tak lagi ada di hatimu, tapi pernahkan kau sadari arti dirimu untukku? Tetesan air mata yang tak terbendung, menjadi sebuah genangan kerinduanku. Kamu adalah hembusan angin ku, kamu adalah setitik cahayaku. Aku tak ingin menjadi sepenuhnya lembaran hidupmu, tapi sedikit […]

  • Puisi Kehidupan
  • Sebongkah Kayu

    Sebongkah kayu yang begitu kokoh kini mulai rapuh Terkikis oleh organisme kecil didalamnya. Begitu lapuk hingga tak mampu berdiri tegak Layu layaknya bunga yang telah hilang usia.. Mengapa …? Mengapa demikian …? Karena ia sudah tak mampu menanggung beban didalamnya. Menahan lara begitu amat pedihnya Mengeluhpun tak bisa karna ia tak pernah mampu berkata. Kayu…. […]