• Puisi Cinta
  • penyesalan

    kasih apakah aku masih memegang tanganmu dan memelukmu untuk yg terakhir kalinya dan merasakan hangatnya tubuh dan cintamu, walau hanya sedetik saja, sebelum engkau pergi dengan pilihan hatimu. ….kasih mengapa kita di pertemukan lagi, dan mengapa kita jatuh cinta lagi jika akhirnya hnya akan berpisah pula. Kasih pernahkah kamu merasa kehilangan diriku, dan pernahkah kamu […]

  • Puisi Cinta
  • Aku dan Kamu

    Aku dan Kamu Kamu adalah pelita hati ku Saat ini pikiran ku sedang tertuju pada mu Terbayang wajahmu di benak ku Elok sekali paras mu Fajar telah berlalu Angin berhembus sangat kencang Namun pikiran ku tetap terpaku pada mu Kamu lah yang selalu aku bayangkan Firasatku mengatakan Orang yang paling tepat adalah kamu Ruang hati […]

  • Puisi Cinta
  • sekejap

    Oleh indah permata Kau begitu berarti untuk ku… sungguh hadirmu berikan suasana baru.. kau membuat aku terlena,oleh sikap mu yang lembut… kau seperti pelangi,tanpa hujan kau tak kan muncul… tanpa ada nya cinta kau tak kan mencintai ku… kenapa begitu cepat sikap mu ini (?) kemana kamu yang dulu? iya memang kau seperti pelangi! datang […]

  • Puisi Cinta
  • Cahaya Kelabu

    By. Dear Amore mentari mulai bangkit di kaki langit berselimutkan dinginnya sang kabut mulai merangkai bait demi bait sulit, pikiran masih terasa kusut apa yang kau cari? apakah cinta, ataukah rindu? lalu terus berlari mengejar sesuatu tanpa tahu mata menyala menembus kegelapan mencari asa yang tak kunjung dapat berlari cepat menembus hutan tak terasa, tubuh […]

  • Puisi Cinta
  • Tak Berjudul

    Hari ini seperti penderitaan dan rasa sakit Dan akan sangat panjang juga melelahkan jiwa Malam tampaknya hanya muram padaku Rembulan menunjukkan wajah gelisahku Tak ada senyum untuk tempat keceriaan Tak ada rasa nyaman yang ditemukan Hanya berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja Jarak di antara kita terpaut begitu jauh Tak ada jembatan rindu yang menghubungi Layaknya […]

  • Puisi Cinta
  • Sebab Gitaris Pelagu

    Minggu mengganggu Aku tak bisa nalar Ada bulu-bulu halus menggelitik hasrat Ada fantasi merayu agar tertubuh Terngiang renyut kidung, Mengalir dari bibir yang berpadu sempurna dengan bangirnya hidung Apa? Aku kasmaran? Ah, tidak juga Aku hanya gandrung akan letupan serotonin Sebab gitaris pelagu

  • Puisi Cinta
  • Kerna Semalam

    Semalam, Aku masih termanggu menanti bintang, Aku masih terlayu diulit mimpi, Aku masih kuyu dihembus bayu, Aku masih merapu melihat dunia, Aku masih sendu menanti cinta, Aku masih butuh cinta palsu, Aku masih rakus mencari duniawi, Aku masih tandus mencintai dia, Semalam, Kau hadir dalam redup malam, Kau hadir dikala mimpi, Kau hadir menyapa bayu, […]

  • Puisi Cinta
  • Tiada yang berubah padamu

    Meski duka menyayat kalbu Perihnya kurasakan sebagai sentuhan lembut cintamu Kau dinda…yang diujung mata Kutetap menyayangimu hingga akhir hidupku. Tetesan keringat menjadi saksi … Ketika setiap asa kuhimpun.. Hanya ketika menjadi wujud Kan kupersembahkan padamu duhai sang juwita penyejuk jiwaku.

  • Puisi Cinta
  • Pengalaman

    Langkah kaki kuhentakkan Melintasi jalan yang membentang  Perjalanan yang panjang  Tak pernah kuhiraukan Hutan,sungai,sawah,gunung,dan bukit Adalah rintangganku Waktu demi waktu kulewati Demi mencapai cita citaku Air mata dipipi,keringgat di badan Adalah tanda penggorgananku Semanggat adalah tekadku penggalaman adalah cerita penggorbananku

  • Puisi Cinta
  • Bagaimana Ini

    Kemana? Semangat yang dulu ada kemana? Apakah aku harus mencari kejelasan Atau aku harus selalu mencari Kalau sudah ku temukan Lalu apa yang harus aku rasakan Saat lagu mengiringpun aku berjingkrak Kata orang bagai habiebie yang girang membuat pesawat Tapi apa yang aku perbuat sekarang Menatap masa depan bersama kesemuan? Pahitnya ku telan dalam-dalam Walau […]

  • Puisi Cinta
  • Keyakinanku

    Tulus & suciny cintaku Terpandang sebelah mata olehmu Rindu yang membara di hatiku Kau padamkan dengan keangkuhanmu Aku jemu menunggu Tapi ku tak mampu melupakanmu Aku lelah menanti Tapi cinta tak lagi terganti Begitu sempurna perangkapmu Hingga ku mati di depanmu Kau hiasi fikiran ini Dengan ilusi & sejuta mimpi Hingga aku tak sadar diri […]

  • Puisi Cinta
  • Seseci Awan

    Cintaku nian indah sekali Bukan seperti bianglala Hadir sebentar lalu pergi Tetapi untukmu kukuh berdiri Cintaku luas sekali Bukan seperti langit dan bumi Atau hamparan laut dan pantai Tetapi untukmu tidak bertepi Cintaku sesuci awan bergantungan Tulus dari lubuk hati Tidak mudah dinodai Oleh debu iri dan hasad dengki