• Puisi Kehidupan
  • ijinkan aku

    aku hanya ingin meminjam cahayamu sebentar. mungkin sinarnya meredup, tapi percayalah ia tetap hidup. meski pada tubuh-tubuh yang terlantar, ia tetap berpendar. ijinkan aku meminjam cahayamu sebentar. sudah lama aku tak merasakan hangat ini. kehangatan yang mendamaikan setiap jengkal tubuh. yang memelukku lembut dalam kekal, yang meredam suar keluh. “jalang!” mungkin kau berfikir seperti itu. […]

  • Puisi Rindu Kangen
  • kerinduan yang mendalam

    Gelap Nya malam Ini Dan hembusan angin yang kencang membuat ku Rindu akan seseorang. seseorang yang kini pergi entah kemana. dimana. siapa. aku pun tak tau. yang aku tau sekarang aku Merindukan Dia. dia yang jauh dari pandangan mata ku saat ini. aku dan kenangan indah yang dulu pernah kami bina. kini telah sirna bersama […]

  • Puisi Patah Hati
  • jeritan hatiku

    dalam diam aku selalu memandang dalam hening dalam sendiri akau terpaku menatap ruang kosong ruang sepetak aku yang tak perna lelah mengejar suatu impian untuk suatu cita cita namun semua itu hanya impian namun aku tetap bertahan seperti awan melingkari dunia dalam dunia nyata sepi ,sedih selalu berselimut ,namun aku berbahagia banyak sahabat dalam dunia […]

  • Puisi Patah Hati
  • cintamu hanya seperti embun pagi

    Mekar mawar yg kau tanam di hatiku, tercium wangi semerbak. Lambangkan segalah sayang dan cintamu, namun mengapa hanya sesa’at, cintamu hanya seperti embun pagi yang mudah hilang di serap matahari,, bukankah engkau sudah berjanji akan sehidup semati denganku, kenapa engkau masih menyebut dan menawarkn aku cinta yang lain.. cuman inikah ketulusan cintamu, .kalu kamu memang […]

  • Puisi Cinta
  • penyesalan

    kasih apakah aku masih memegang tanganmu dan memelukmu untuk yg terakhir kalinya dan merasakan hangatnya tubuh dan cintamu, walau hanya sedetik saja, sebelum engkau pergi dengan pilihan hatimu. ….kasih mengapa kita di pertemukan lagi, dan mengapa kita jatuh cinta lagi jika akhirnya hnya akan berpisah pula. Kasih pernahkah kamu merasa kehilangan diriku, dan pernahkah kamu […]

  • Puisi Sedih
  • pergi dengan sebuah kesedihan

    Ketika malam tiba Ku lihat bintang yang terang di langit Bintang yang terang menyinari Mata dan hatiku Tetapi tidak dengan perasaan Dan fikiranku yang gundah gulana Kulihat daun yang melambai -– lambai Seakan – akan daun itu memanggilku Ku pegang daun itu Dan ku raba daun itu Seketika itu aku berpikir Daun itu mempunyai bentuk […]

  • Puisi Cinta
  • Aku dan Kamu

    Aku dan Kamu Kamu adalah pelita hati ku Saat ini pikiran ku sedang tertuju pada mu Terbayang wajahmu di benak ku Elok sekali paras mu Fajar telah berlalu Angin berhembus sangat kencang Namun pikiran ku tetap terpaku pada mu Kamu lah yang selalu aku bayangkan Firasatku mengatakan Orang yang paling tepat adalah kamu Ruang hati […]

  • Puisi Sedih
  • Suara Hatiku Berkata

    Ku terbangun… Menatap indahnya fajar Menyingsing pagi yang bening Merah, kuning, jingga terlihat di ufuk timur Tak ingin ku berpaling menatap senyum mu Sang raja cahaya… Sekilas,… Terlintas dibenakku kenangan yang dulu pernah kita isi dalam memori otak kita masing-masing Begitu indahnya, Senyum yang dulu yang pernah ku tatap kian dekat, Entah kemana… Peluk hangat […]

  • Puisi Kehidupan
  • Pecundangi Dunia

    Jangan pernah takut jika hari ini air mata yang menemani hari kita, Karena mungkin semua ini sebagian dari cara tuhan untuk kita, Untuk membentuk pribadi kita,untuk jadi orang yang kuat di saat semua cobaan Dan ke sedihan itu datang menghampiri kita, Hidup itu misteri,terkadang apa yang kita inginkan terkadang tidak sesuai dengan harapan Di hari […]

  • Puisi Perjuangan
  • Arkibkan Mangga Keramat

    Mangga keramat yang terselak lama kian berkarat menampak wataknya terpaksa diselongkar wawasan usah lagi perlu berkompromi tanpa perlu dalihan longgar bumi ini perlu dibetulkan kembalikanlah yang hak kepada empunya diri. Mangga keramat yang terkunci lama kian rapuh tidak lagi selamat terpaksa dirombak visinya usah lagi dipuja wangsa perlu amat dilontar jauh masa depan didamba buat […]

  • Puisi Perjuangan
  • Belut Negara

    Aku selalu berkata: di lubuk itu ada belut yang amat licik & pandai berlakon lagut tapi awak tak pernah mahu mengerti malahan awak kata aku ni dengki suka ambil tahu masalah peribadi kenapa tak jaga tepi kain sendiri. Akhirnya hari ini awak mengadu awak makin keliru & rasa tertipu telah lama berkubang di lubuk itu […]

  • Puisi Cinta
  • sekejap

    Oleh indah permata Kau begitu berarti untuk ku… sungguh hadirmu berikan suasana baru.. kau membuat aku terlena,oleh sikap mu yang lembut… kau seperti pelangi,tanpa hujan kau tak kan muncul… tanpa ada nya cinta kau tak kan mencintai ku… kenapa begitu cepat sikap mu ini (?) kemana kamu yang dulu? iya memang kau seperti pelangi! datang […]